Viral Marketing Bank Syariah

Oleh : Haritsma Hamman*
Indonesia dengan mayoritas penduduk beragama Islam, seharusnya lebih memilih sistem syariah dalam melakukan bisnisnya. Tapi yang terjadi tidak seperti itu. Justru yang terjadi adalah orang Islam sendiri tidak tahu sistem yang syariah itu seperti apa.. Selanjutnya, bahwa selama ini masyarakat belum mengenal bank syariah secara menyeluruh. Masih banyak kelompok masyarakat yang masih asing terhadap bank syariah walaupun masyarakat itu beragama Islam. Bahkan, boleh jadi fatwa keharaman bunga bank belum diketahui oleh semua masyarakat. Komunikasi yang dilakukan selama ini belum efektif dan belum menyeluruh. Hal ini terbukti dengan pangsa pasar bank syariah yang belum mencapai 5,25%.

Memasarkan bank syariah menajdi hal yang sangat mendesak untuk dilakukan, alasannya adalah : Pertama, umat Islam harus segera diselamatkan dari keharaman bertransaski yang berbau bunga bank sehingga bank syariah adalah media yang tepat untuk melakukan transaksi keuangan pengganti bank konvensional yang menggunakan bunga. Kedua, jelas terbukti bahwa sistem keuangan yang berlandaskan pada sistem syariah lebih tahan dan kuat menghadapi krisis moneter yang melanda. Terbukti, bahwa sistem ekonomi syariah lebih unggul dari sistem manapun juga. Ketiga, semakin banyak pihak yang terlibat dalam transaksi keuangan yang berlandaskan syariah maka akan semakin cepat pembangunan ekonomi suatu negara untuk menuju kepada kemakmuran. Hal itu terbukti ketika zaman Rasulullah dan para sahabat. Keempat, keberhasilan promosi dan edukasi terhadap masyarakat akan mendorong terhadap peningkatan pertumbuhan asset perbankan. Selama ini kedua hal tersebut belum memberikan dampak yang signifikan terhadap perkembanagn bank syariah. Menurut data statistik perbankan syariah BI (November:2009) bahwa total rekening bank umum dan unit usaha syariah baru mencapai 5.074.968. Biaya promosi yang dilakukan oleh bank syariah cukup besar, data statistik perbankan syariah BI (September 2009) menunjukan bahwa biaya promosi dan edukasi yang telah dikeluarkan mencapai Rp.155 miliar,-. Namun, kita pun harus mencermati hasil yang telah diperoleh dari biaya yang telah dikeluarkan tersebut. Apakah sudah sesuai harapan atau belum. Penulis yakin bahwa harapan yang dituju belum tercapai.

Salah satu cara yang efektif dan sangat mungkin untuk dilaksanakan untuk memasarkan perbankan syariah adalah dengan cara viral marketing. Menurut James Widyaharsana, viral marketing merupakan teknik pemasaran dengan menggunakan jaringan sosial untuk mencapai suatu tujuan pemasaran tertentu yang dilakukan melalui proses komunikasi yang secara berantai memperbanyak diri. Dengan cara ini perbankan syariah tidak akan mengelurkan biaya yang begitu besar untuk mendapatkan konsumen, justru konsumen itu sendiri yang akan menjadi tenaga pemasar bagi industri. Karena, mereka yang merasa terpuaskan oleh pelayanan yang diberikan oleh perbankan akan mensugesti orang lain agar merasakan hal yang sama dengan mereka. Sugesti yang diberikan itu menjadi motor penggerak dalam viral marketing. Viral marketing juga bisa dikatakan sebagai pemasaran dari mulut ke mulut.

Pada prakteknya, masyarakat belum tentu tertarik untuk menjadi nasabah bank syariah dengan melihat iklan di media massa. Bisa jadi mereka tertarik karena mendengar sesuatu yang menarik dari orang lain yang dipercaya dan telah menjadi nasabah bank syariah, ini akan menjadi referensi yang cukup kuat dalam pengambilan keputusan bagi calon nasabah bank syariah tersebut. Bisa kita bayangkan, jika strategi ini dilakukan dengan sangat terorganisir dan terbukti ampuh maka industri perbankan syariah bisa menekan biaya pemaarannya dan pangsa pasar pun akan meningkat. Penulis beranggapan bahwa strategi ini belum dilakukan secara terorganisir oleh indusri perbankan syariah karena untuk melakukannya diperlukan rencana yang matang agar tujuan yang diinginkan dapat dicapai.
*) Penulis adalah mahasiswa S1 jurusan Manajemen Perbankan Syariah STEI SEBI.

Kreativitas Menembus Batas

Kreativitas merupakan proses mencipta sesuatu yang belum ada menjadi ada, mengubah yang jelek jadi bagus, dan menjadikan yang sulit jadi mudah. Kemampuan berpikir kreatif bukanlah berasal dari bakat alami seseorang melainkan karena proses yang terus dibiasakan. Kreativitas memiliki tiga ruang dimensi, yaitu :
1. Dimensi Berpikir. Ini merupakan dimensi utama seseorang dalam mengolah bahan-bahan kreatif dalam pikirannya. Orang kreatif lebih cocok disebut sebagai orang cerdas bukan orang pintar. Cerdas merupakan hasil pembelajaran dari pengalaman yang didapat, sedangkan pintar adalah hasil didikan seseorang. Segala hal yang tersimpan dalam benak orang kreatif akan menjadi bahan dalam meramu sebuah konsep yang dahsyat. Ditambah lagi dengan kemampuan dia yang berpikir menembus batas.
2. Dimensi Kata-kata. Terkadang ada orang yang memiliki konsep pemikiran yang sangat bombastis dan ruarrr biasa tetapi dia sangat sulit untuk mengkomunikasikan konsep itu kepada orang lain. Ada juga orang yang memiliki konsep pemikiran yang biasa-biasa saja tetapi kemampuan dia untuk menyampaikan gagasan kepada orang lain begitu mempesona. Cara berkata-kata dengan orang lain bisa menjadi faktor dalam mengukur tingkat kreativitas seseorang. Contoh nyata dari kasus ini adalah para pelawak. Mereka punya kemapuan dalam meracik lawakan lalu dituangkan dalam bentuk lisan sehingga membuat lawan bicaranya tertawa. Disisi lain, ada orang yang punya lawakan bagus tetapi ketika disampaikan dalm bentuk lisan, lawakan tersebut jadi garing.
3. Dimensi Tindakan. Orang kreatif biasanya tidak banyak bicara dalam hal bertindak. Apa yang menjadi keyakinannya akan segera dilakukan. Konsep kreatif yang dimiliki akan segera ditindak lanjuti menjadi sebuah karaya nyata. Dia tidak peduli dengan komentar orang-orang disekitarnya, karena bagi orang kreatif kebahagiaan terbesar adalah ketika dia menciptakan sebuah karya nyata yang bermanfaat bagi orang lain.
Menjadi kreatif tidak sesulit yang dibayangkan dan tidak semudah yang dipikirkan. Artinya, kalau kita ingin sekali menjadi kreatif maka lakukanlah. Kesulitan dalam sebuah proses pembelajaran adalah bentuk pembiasaan diri agar menjadi ahli. Pada saat kita mendapat sebuah amanah ataupun proyek, secara otomatis pikiran kita tertuju pada sebuah kata, yaitu :”Harus Kreatif”. Namun, saat mulai membuat konsep terdapat batasan-batasan yang membuat semangat jadi turun. Justru batasan-batasan itu yang harus ditembus, karena itulah kunci agar sebuah konsep menjadi kreatif. Saat pikiran dibatasi oleh beberapa paradigma, maka konsep yang dibuat akan jadi ala kadarnya. Namun, ketika kita berani menembus batas-batas paradigma tersebut yang terjadi adalah konsep yang dahsyat dan Ruarrr Biasa. Kesimpulannya, fokuskan pikiran pada batas-batas yang membuat kita menjadi lemah semangat kemudian tembus batas-batas itu. Itu lah yang disebut BERPIKIR MENEMBUS BATAS.
Otak Kreatif

Kisah dari festival Musik M-Life,…

Festival Musik Islami bertajuk “M-life Festival Musik” telah digelar di Grand Indonesia pada tanggal 1-5 September 2009. Acara ini merupakan ajang kompetisi bagi grup band dan grup nasyid untuk menampilkan kemampuannya dalam hal mencipta lagu Islami, tidak hanya itu mereka juga dituntut untuk bisa menampilkan karya mereka dengan sangat maksimal ketika pentas diatas panggung. Musik merupakan bahasa universal yang bisa diterima oleh semua kalangan tanpa terbatas oleh ruang dan waktu. Sehingga, musik bisa menjadi bagian hidup yang tak dapat dipisahkan dalam kehidupan.

Islam sebagai rahmat bagi semesta alam tentunya memiliki ajaran dan aturan yang bisa diterima oleh semua makhluk di dunia ini tanpa terkecuali. Oleh karena itu, musik adalah salah satu sarana yang tepat untuk media berdakwah kepada semua orang. Karena dengan musik, orang tidak merasa digurui namun esensi ajaran Islam tetap tersampaikan. Meskipun demikian, sekarang ini banyak umat Islam sendiri yang tidak menyukai musik-musik yang bernuansa Islami. Entah apa yang salah, namun yang jelas musik Islami belum menjadi tuan rumah di hati umat Islam secara keseluruhan.

Festival ini merupakan ajang kompetisi yang dilakukan untuk mendapatkan lagu bernuansa Islami yang bisa diterima oleh kalangan luas baik kalangan umat Islam ataupun non-Islam. Acara ini pun menjadi bagian sosialisasi kepada masyarakat mengenai indahnya Islam dan sebagai bukti bahwa Islam itu tidak menyeramkan seperti yang dibayangkan oleh sebagian orang.

Akhirnya, keputusan dewan juri memilih 3 juara besar dengan lagu yang sangat luar biasa. Mereka adalah grup ’Syahdu’ , ’d Mesej’ dan ’Intro’. Juara pertama merupakan mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang dan mereka berhak mendapatkan hadiah tabungan Bank Syariah sebesar Rp. 5.000.000,- dan satu buah netbook. Juara kedua adalah ’d Mesej’ mereka adalah grup nasyid accapela dan mereka berhak mendapatkan tabungan Bank Syariah sebesar Rp. 3.000.000,- dan satu buah netbook. Juara ketiga merupakan grup band dengan para personil anak SMA dengan nuansa musik pop Islami dan mereka berhak mendapat tabungan Bank Syariah sebesar Rp. 2.000.000,- dan satu buah netbook.

M-life Festival musik hanya lah salah satu cara untuk menyosialisasikan indahnya Islam. Kami berharap musik Islami bisa terus berkembang dan diminati oleh semua kalangan.
Wassalam

Keutamaan Taubat,…

diambil dari :muslim.or.id

Hakikat taubat adalah kembali tunduk kepada Allah dari bermaksiat kepada-Nya kepada ketaatan kepada-Nya. Taubat ada dua macam: taubat mutlak dan taubat muqayyad (terikat). Taubat mutlak ialah bertaubat dari segala perbuatan dosa. Sedangkan taubat muqayyad ialah bertaubat dari salah satu dosa tertentu yang pernah dilakukan.

Syarat-syarat taubat meliputi: beragama Islam, berniat ikhlas, mengakui dosa, menyesali dosa, meninggalkan perbuatan dosa, bertekad untuk tidak mengulanginya, mengembalikan hak orang yang dizalimi, bertaubat sebelum nyawa berada di tenggorokan atau matahari terbit dari arah barat. Taubat adalah kewajiban seluruh kaum beriman, bukan kewajiban orang yang baru saja berbuat dosa. Karena Allah berfirman,

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Dan bertaubatlah kalian semua wahai orang-orang yang beriman supaya kalian beruntung.” (QS. An Nuur: 31) (lihat Syarh Ushul min Ilmil Ushul Syaikh Al ‘Utsaimin rahimahullah, tentang pembahasan isi khutbatul hajah).

Allah Maha Pengampun, Maha Penerima Taubat dan Maha Penyayang

Allah menyifati diri-Nya di dalam Al Quran bahwa Dia Maha pengampun lagi Maha Penyayang hampir mendekati 100 kali. Allah berjanji mengaruniakan nikmat taubat kepada hamba-hambaNya di dalam sekian banyak ayat yang mulia. Allah ta’ala berfirman,

وَاللّهُ يُرِيدُ أَن يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَن تَمِيلُواْ مَيْلاً عَظِيماً

“Allah menginginkan untuk menerima taubat kalian, sedangkan orang-orang yang memperturutkan hawa nafsunya ingin agar kalian menyimpang dengan sejauh-jauhnya.” (QS. An Nisaa’: 27)

Allah ta’ala juga berfirman,

وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ وَأَنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ حَكِيمٌ

“Dan seandainya bukan karena keutamaan dari Allah kepada kalian dan kasih sayang-Nya (niscaya kalian akan binasa). Dan sesungguhnya Allah Maha penerima taubat lagi Maha bijaksana.” (QS. An Nuur: 10)

Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ رَبَّكَ وَاسِعُ الْمَغْفِرَةِ

“Sesungguhnya Tuhanmu sangat luas ampunannya.” (QS. An Najm: 32)

Allah ta’ala berfirman,

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ

“Rahmat-Ku amat luas meliputi segala sesuatu.” (QS. Al A’raaf: 156)

Oleh Karenanya, Saudaraku yang Tercinta…

Pintu taubat ada di hadapanmu terbuka lebar, ia menanti kedatanganmu… Jalan orang-orang yang bertaubat telah dihamparkan. Ia merindukan pijakan kakimu… Maka ketuklah pintunya dan tempuhlah jalannya. Mintalah taufik dan pertolongan kepada Tuhanmu… Bersungguh-sungguhlah dalam menaklukkan dirimu, paksalah ia untuk tunduk dan taat kepada Tuhannya. Dan apabila engkau telah benar-benar bertaubat kepada Tuhanmu kemudian sesudah itu engkau terjatuh lagi di dalam maksiat, sehingga memupus taubatmu yang terdahulu, janganlah malu untuk memperbaharui taubatmu untuk kesekian kalinya. Selama maksiat itu masih berulang padamu maka teruslah bertaubat.

Allah ta’ala berfirman,

فَإِنَّهُ كَانَ لِلأَوَّابِينَ غَفُوراً

“Karena sesungguhnya Dia Maha mengampuni kesalahan hamba-hamba yang benar-benar bertaubat kepada-Nya.” (QS. Al Israa’: 25)

Allah ta’ala juga berfirman,

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعاً إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ وَأَنِيبُوا إِلَى رَبِّكُمْ وَأَسْلِمُوا لَهُ مِن قَبْلِ أَن يَأْتِيَكُمُ الْعَذَابُ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ

“Katakanlah kepada hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri-diri mereka, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni semua dosa, sesungguhnya Dialah Zat Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Maka kembalilah kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepada-Nya sebelum datangnya azab kemudian kalian tidak dapat lagi mendapatkan pertolongan.” (QS. Az Zumar: 53-54)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Seandainya kalian berbuat dosa sehingga tumpukan dosa itu setinggi langit kemudian kalian benar-benar bertaubat, niscaya Allah akan menerima taubat kalian.” (Shahih Ibnu Majah)

Maka di manakah orang-orang yang bertaubat dan menyesali dosanya? Di manakah orang-orang yang kembali taat dan merasa takut siksa? Di manakah orang-orang yang ruku’ dan sujud?

Berbagai Keutamaan Taubat

Pada hakikatnya taubat itulah isi ajaran Islam dan fase-fase persinggahan iman. Setiap insan selalu membutuhkannya dalam menjalani setiap tahapan kehidupan. Maka orang yang benar-benar berbahagia ialah yang menjadikan taubat sebagai sahabat dekat dalam perjalanannya menuju Allah dan negeri akhirat. Sedangkan orang yang binasa adalah yang menelantarkan dan mencampakkan taubat di belakang punggungnya. Beberapa di antara keutamaan taubat ialah:

Pertama: Taubat adalah sebab untuk meraih kecintaan Allah ‘azza wa jalla.

Allah ta’ala berfirman,

إِنَّ اللّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mencintai orang-orang yang suka membersihkan diri.” (QS. Al Baqarah: 222)

Kedua: Taubat merupakan sebab keberuntungan.

Allah ta’ala berfirman

وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعاً أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

“Dan bertaubatlah kepada Allah wahai semua orang yang beriman, supaya kalian beruntung.” (QS. An Nuur: 31)

Ketiga: Taubat menjadi sebab diterimanya amal-amal hamba dan turunnya ampunan atas kesalahan-kesalahannya.

Allah ta’ala berfirman

وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِ

“Dialah Allah yang menerima taubat dari hamba-hambaNya dan Maha mengampuni berbagai kesalahan.” (QS. Asy Syuura: 25)

Allah ta’ala juga berfirman

وَمَن تَابَ وَعَمِلَ صَالِحاً فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَاباً

“Dan barang siapa yang bertaubat dan beramal saleh maka sesungguhnya Allah akan menerima taubatnya.” (QS. Al Furqaan: 71) artinya taubatnya diterima

Keempat: Taubat merupakan sebab masuk surga dan keselamatan dari siksa neraka.

Allah ta’ala berfirman,

فَخَلَفَ مِن بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُوا الصَّلَاةَ وَاتَّبَعُوا الشَّهَوَاتِ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيّاً إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ صَالِحاً فَأُوْلَئِكَ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ شَيْئاً

“Maka sesudah mereka (nabi-nabi) datanglah suatu generasi yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsu, niscaya mereka itu akan dilemparkan ke dalam kebinasaan. Kecuali orang-orang yang bertaubat di antara mereka, dan beriman serta beramal saleh maka mereka itulah orang-orang yang akan masuk ke dalam surga dan mereka tidaklah dianiaya barang sedikit pun.” (QS. Maryam: 59, 60)

Kelima: Taubat adalah sebab mendapatkan ampunan dan rahmat.

Allah ta’ala berfirman,

وَالَّذِينَ عَمِلُواْ السَّيِّئَاتِ ثُمَّ تَابُواْ مِن بَعْدِهَا وَآمَنُواْ إِنَّ رَبَّكَ مِن بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

“Dan orang-orang yang mengerjakan dosa-dosa kemudian bertaubat sesudahnya dan beriman maka sesungguhnya Tuhanmu benar-benar Maha Pengampun dan Penyayang.” (QS. Al A’raaf: 153)

Keenam: Taubat merupakan sebab berbagai kejelekan diganti dengan berbagai kebaikan.

Allah ta’ala berfirman,

وَمَن يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَاماً يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَاناً إِلَّا مَن تَابَ وَآمَنَ وَعَمِلَ عَمَلاً صَالِحاً فَأُوْلَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُوراً رَّحِيماً

“Dan barang siapa yang melakukan dosa-dosa itu niscaya dia akan menemui pembalasannya. Akan dilipatgandakan siksa mereka pada hari kiamat dan mereka akan kekal di dalamnya dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat dan beriman serta beramal saleh maka mereka itulah orang-orang yang digantikan oleh Allah keburukan-keburukan mereka menjadi berbagai kebaikan. Dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang.” (QS. Al Furqaan: 68-70)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang yang bertaubat dari suatu dosa sebagaimana orang yang tidak berdosa.” (HR. Ibnu Majah, dishahihkan oleh Al Albani)

Ketujuh: Taubat menjadi sebab untuk meraih segala macam kebaikan.

Allah ta’ala berfirman,

فَإِن تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ

“Apabila kalian bertaubat maka sesungguhnya hal itu baik bagi kalian.” (QS. At Taubah: 3)

Allah ta’ala juga berfirman,

فَإِن يَتُوبُواْ يَكُ خَيْراً لَّهُمْ

“Maka apabila mereka bertaubat niscaya itu menjadi kebaikan bagi mereka.” (QS. At Taubah: 74)

Kedelapan: Taubat adalah sebab untuk menggapai keimanan dan pahala yang besar.

Allah ta’ala berfirman,

إِلاَّ الَّذِينَ تَابُواْ وَأَصْلَحُواْ وَاعْتَصَمُواْ بِاللّهِ وَأَخْلَصُواْ دِينَهُمْ لِلّهِ فَأُوْلَـئِكَ مَعَ الْمُؤْمِنِينَ وَسَوْفَ يُؤْتِ اللّهُ الْمُؤْمِنِينَ أَجْراً عَظِيماً

“Kecuali orang-orang yang bertaubat, memperbaiki diri dan berpegang teguh dengan agama Allah serta mengikhlaskan agama mereka untuk Allah mereka itulah yang akan bersama dengan kaum beriman dan Allah akan memberikan kepada kaum yang beriman pahala yang amat besar.” (QS. An Nisaa’: 146)

Kesembilan: Taubat merupakan sebab turunnya barakah dari atas langit serta bertambahnya kekuatan.

Allah ta’ala berfirman,

وَيَا قَوْمِ اسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُواْ إِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاء عَلَيْكُم مِّدْرَاراً وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَى قُوَّتِكُمْ وَلاَ تَتَوَلَّوْاْ مُجْرِمِينَ

“Wahai kaumku, minta ampunlah kepada Tuhan kalian kemudian bertaubatlah kepada-Nya niscaya akan dikirimkan kepada kalian awan dengan membawa air hujan yang lebat dan akan diberikan kekuatan tambahan kepada kalian, dan janganlah kalian berpaling menjadi orang yang berbuat dosa.” (QS. Huud: 52)

Kesepuluh: Keutamaan taubat yang lain adalah menjadi sebab malaikat mendoakan orang-orang yang bertaubat.

Hal ini sebagaimana difirmankan Allah ta’ala,

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْماً فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ

“Para malaikat yang membawa ‘Arsy dan malaikat lain di sekelilingnya senantiasa bertasbih dengan memuji Tuhan mereka, mereka beriman kepada-Nya dan memintakan ampunan bagi orang-orang yang beriman. Ya Rabb kami, rahmat dan ilmu-Mu maha luas meliputi segala sesuatu, ampunilah orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan-Mu serta peliharalah mereka dari siksa neraka.” (QS. Ghafir: 7)

Kesebelas: Keutamaan taubat yang lain adalah ia termasuk ketaatan kepada kehendak Allah ‘azza wa jalla.

Hal ini sebagaimana difirmankan Allah ta’ala,

وَاللّهُ يُرِيدُ أَن يَتُوبَ عَلَيْكُمْ وَيُرِيدُ الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الشَّهَوَاتِ أَن تَمِيلُواْ مَيْلاً عَظِيماً

“Dan Allah menghendaki untuk menerima taubat kalian.” (QS. An Nisaa’: 27). Maka orang yang bertaubat berarti dia adalah orang yang telah melakukan perkara yang disenangi Allah dan diridhai-Nya.

Kedua belas: Keutamaan taubat yang lain adalah Allah bergembira dengan sebab hal itu.

Hal ini sebagaimana disabdakan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang artinya, “Sungguh Allah lebih bergembira dengan sebab taubat seorang hamba-Nya ketika ia mau bertaubat kepada-Nya daripada kegembiraan seseorang dari kalian yang menaiki hewan tunggangannya di padang luas lalu hewan itu terlepas dan membawa pergi bekal makanan dan minumannya sehingga ia pun berputus asa lalu mendatangi sebatang pohon dan bersandar di bawah naungannya dalam keadaan berputus asa akibat kehilangan hewan tersebut, dalam keadaan seperti itu tiba-tiba hewan itu sudah kembali berada di sisinya maka diambilnya tali kekangnya kemudian mengucapkan karena saking gembiranya, ‘Ya Allah, Engkaulah hambaku dan akulah tuhanmu’, dia salah berucap karena terlalu gembira.” (HR. Muslim)

Ketiga belas: Taubat juga menjadi sebab hati menjadi bersinar dan bercahaya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda yang artinya: Sesungguhnya seorang hamba apabila berbuat dosa maka di dalam hatinya ditorehkan sebuah titik hitam. Apabila dia meninggalkannya dan beristighfar serta bertaubat maka kembali bersih hatinya. Dan jika dia mengulanginya maka titik hitam itu akan ditambahkan padanya sampai menjadi pekat, itulah raan yang disebutkan Allah ta’ala,

كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِم مَّا كَانُوا يَكْسِبُونَ

“Sekali-kali tidak akan tetapi itulah raan yang menyelimuti hati mereka akibat apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. Al Muthaffifin: 14) (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan dihasankan Al Albani)

Oleh karena itu, saudaraku yang kucintai…

Sudah sepantasnya setiap orang yang berakal untuk bersegera menggapai keutamaan dan memetik buah memikat yang dihasilkan oleh ketulusan taubat itu…, Saudaraku:

Tunaikanlah taubat yang diharapkan Ilahi

demi kepentinganmu sendiri

Sebelum datangnya kematian dan lisan terkunci

Segera lakukan taubat dan tundukkanlah jiwa

Inilah harta simpanan bagi hamba yang kembali taat dan baik amalnya

Tingkatan Jihad Melawan Syaitan

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan: Jihad melawan syaitan itu ada dua tingkatan.

Pertama, berjihad melawannya dengan cara menolak segala syubhat dan keragu-raguan yang menodai keimanan yang dilontarkannya kepada hamba.

Kedua, berjihad melawannya dengan cara menolak segala keinginan yang merusak dan rayuan syahwat yang dilontarkan syaitan kepadanya.

Maka tingkatan jihad yang pertama akan membuahkan keyakinan sesudahnya. Sedangkan jihad yang kedua akan membuahkan kesabaran.

Allah ta’ala berfirman,

وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ

“Maka Kami jadikan di antara mereka para pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami karena mereka bisa bersabar dan senantiasa meyakini ayat-ayat Kami.” (QS. As Sajdah: 24)

Allah mengabarkan bahwasanya kepemimpinan dalam agama hanya bisa diperoleh dengan bekal kesabaran dan keyakinan. Kesabaran akan menolak rayuan syahwat dan keinginan-keinginan yang merusak, sedangkan dengan keyakinan berbagai syubhat dan keragu-raguan akan tersingkirkan.

Washallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa sallam. Wal hamdu lillaahi Rabbil ‘aalamiin.

(disadur dari Ya Ayyuhal Muqashshir mata tatuubu, Qismul ‘Ilmi Darul Wathan dan tambahan dari sumber lain)

Taubat…

Taubat Nasuha
Ditulis oleh Dewan Asatidz dari :www.pesantrenvirtual.com

Taubat adalah kembali kepada Allah setelah melakukan maksiat. Taubat marupakan rahmat Allah yang diberikan kepada hamba-Nya agar mereka dapat kembali kepada-Nya.

Agama Islam tidak memandang manusia bagaikan malaikat tanpa kesalahan dan dosa sebagaimana Islam tidak membiarkan manusia berputus asa dari ampunan Allah, betapa pun dosa yang telah diperbuat manusia. Bahkan Nabi Muhammad telah membenarkan hal ini dalam sebuah sabdanya yang berbunyi: “Setiap anak Adam pernah berbuat kesalahan/dosa dan sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah mereka yang bertaubat (dari kesalahan tersebut).”

Di antara kita pernah berbuat kesalahan terhadap diri sendiri sebagaimana terhadap keluarga dan kerabat bahkan terhadap Allah. Dengan segala rahmatnya, Allah memberikan jalan kembali kepada ketaatan, ampunan dan rahmat-Nya dengan sifat-sifat-Nya yang Maha Penyayang dan Maha Penerima Taubat. Seperti diterangkan dalam surat Al Baqarah: 160 “Dan Akulah yang Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.”

Taubat dari segala kesalahan tidaklah membuat seorang terhina di hadapan Tuhannya. Hal itu justru akan menambah kecintaan dan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya karena sesungguhnya Allah sangat mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri. Sebagaimana firmanya dalam surat Al-Baqarah: 222, “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.”

Taubat dalam Islam tidak mengenal perantara, bahkan pintunya selalu terbuka luas tanpa penghalang dan batas. Allah selalu menbentangkan tangan-Nya bagi hamba-hamba-Nya yang ingin kembali kepada-Nya. Seperti terungkap dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu musa Al-Asy`ari: “SesungguhnyaAllah membentangkan tangan-Nya di siang hari untuk menerima taubat orang yang berbuat kesalahan pada malam hari sampai matahari terbit dari barat.”

Merugilah orang-orang yang berputus asa dari rahmat Allah dan membiarkan dirinya terus-menerus melampai batas. Padahal, pintu taubat selalu terbuka dan sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya karena sesungguhnya Dialah yang Maha Pengampun lagi Maha penyayang.

Tepatlah kiranya firman Allah dalam surat Ali Imran ayat: 133, “Bersegaralah kepada ampunan dari tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampunan terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”

Taubat yang tingkatannya paling tinggi di hadapan Allah adalah “Taubat Nasuha”, yaitu taubat yang murni. Sebagaimana dijelaskan dalam surat At-Tahrim: 66, “Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam sorga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bresamanya, sedang cahaya mereka memancar di depan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan ‘Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kamidan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu'”.

Taubat Nasuha adalah bertaubat dari dosa yang diperbuatnya saat ini dan menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu dan brejanji untuk tidak melakukannya lagi di masa medatang. Apabila dosa atau kesalahan tersebut terhadap bani Adam (sesama manusia), maka caranya adalah dengan meminta maaf kepadanya. Rasulullah pernah ditanya oleh seorang sahabat, “Apakah penyesalan itu taubat?”, “Ya”, kata Rasulullah (H.R. Ibnu Majah). Amr bin Ala pernah mengatakan: “Taubat Nasuha adalah apabila kamu membenci perbuatan dosa sebagaimana kamu pernah mencintainya”.

Di bulan pengampunan, Ramadhan yang “Syahrul Maghfirah” ini adalah saat yang tepat untuk kita bertaubat. Bagi yang sudah bertaubat mari memperbarui taubatnya dan yang belum taubat mari bergegas kepada ampunan Allah. 10 hari kedua bulan Ramadhan merupakan masa maghfirah (ampunan) sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis riwayat Abu Haurairah “Ramadhan, awalnya Rahmah, pertengahannya Maghfirah, dan akhirnya dibebaskan dari api neraka” (H.R. Ibnu Huzaimah).

Ilmu Seputar Event Organizer

imagesArtikel-artikel yang dahsyat, diambil dari seputar-eo.com

Memikat Audiens Hingga Akhir Acara
Apalah artinya sebuah acara tanpa pengunjung? Sulit menjawabnya. Jumlah pengunjung sebuah acara, dan bagaimana pengunjung tersebut beraksi, adalah dua barometer penting kesuksesan sebuah acara. Sebesar itulah arti pengunjung.

Maka fokus utama event organizer, jika ingin eventnya sukses, adalah mendatangkan sebanyak mungkin pengunjung dan tak lupa memastikan mereka akan menyukai acaranya. Dua hal itu bukanlah PR yang mudah, setidaknya tidak pada semua event. Mendatangkan selebritis yang tengah naik daun memang seringkali menjadi magnet yang ampuh untuk mendatangkan pengunjung. Tapi masalahnya, apakah pengunjung seperti itu yang menjadi target kita?
Maka itu, langkah awal yang mesti dilakukan adalah, kenali target. Acara seperti apa yang kita buat? Apakah launching alat masak? Konser musik? Atau pameran fotografi? Siapa pengunjung potensialnya? Ibu-ibu rumah tangga? Anak muda yang gaul? Atau mahasiswa? Identifikasi audiens adalah guide awal untuk membuat rundown acara.

Ilustrasi foto: Gamacomm
Dari sini kita bisa meneliti, kira-kira acara seperti apa yang disukai para pengunjung? Jika ada bintang tamu, profil bintang tamu seperti apa yang menarik bagi target audiens kita? Idealnya, semakin segmented audiens, akan semakin mudah pula membuatkan acara yang custom-made untuk mereka.
Libatkan pengujung. Sebisa mungkin, libatkan mereka dalam setiap acara. Jika mereka hanya diperlakukan sebagai obyek yang pasif, maka mereka tidak punya alasan untuk bertahan hingga acara selesai. Sebagai penyelanggara acara, kita lah yang wajib memberi mereka motivasi untuk mengikuti acara hingga selesai. Tanpa itu semua, mereka bisa pergi kapan saja. Alhasil kesan dan pesan yang ingin ditorehkan melalui sebuah acara pun gagal melekat di benak pengunjung.

Kuis yang melibatkan peserta Family Gatering Telkom Jakarta Utara. Dokumentasi: Gamacomm
Karenanya, mulai dari ‘sekedar’ door prize, tanya jawab, games, hingga kesempatan mencoba produk (jika ada) harus digelar. Perasaan menjadi bagian dari event, dan kesempatan untuk ‘tampil’ adalah dua hal yang bisa ‘mengikat’ kaki audiens agar tak beranjak meninggalkan event.
Bersambung…

Konsep: Langkah Awal yang Menentukan

Besar atau kecil, sebuah event layak mendapat sentuhan istimewa. Jika ingin dikenang, sebuah perbedaan haruslah dibubuhkan sebagai torehan kenangan di hati para audiens. Dan untuk semua itu, konsep adalah sebuah langkah awal yang harus dibuat. Dalam pembuatan dan pengembangan konsep ini, ada faktor-faktor dasar yang harus selalu diingat.
1. Jabarkan visi dan misi
Kenapa Anda mengadakan event tersebut adalah sebuah landasan awal. Apa tujuan yang ingin Anda capai? Apakah sebagai wahana edukasi, mempertahankan relasi, reward bagi pelanggan, atau menyampaikan sebuah informasi penting? Semua alasan tersebut akan menghasilkan treatment yang berbeda-beda, terutama pada audiens event. Pemilihan tempat dan waktu juga dapat ditetapkan begitu penjabaran visi dan misi ini dilakukan. Dan tentunya, tantangan yang kira-kira harus dihadapai.
2. Kenali audiensnya
Siapakah orang yang Anda tuju pada event ini? Wartawan politik? Ibu-ibu konsumen alat masak? Mahasiswa pengguna internet? Siapapun itu, kenali mereka. Kenali apa yang mereka suka dan butuhkan, sehingga mereka bersedia datang dan tetap tak beranjak hingga event berakhir. Dari step ini Anda bisa mengembangkan konsep menjadi lebih luas lagi. Apakah konsep acaranya akan casual semacam pesta kebun, atau berkonsep lebih formal di mana perlu dicantumkan dress code.
3. Catat segala kemungkinan
Berdasarkan identifikasi event, catatlah kemungkinan-kemungkinan apa yang Anda punya. Hal ini berkaitan erat dengan faktor teknis, semacam fasilitas, budget, atau mungkin keterbatasan tempat dan waktu. Ini adalah filter akhir setelah Anda mengembangkan konsep melalui dua langkah awal di atas. Pada step akhir ini, Anda harus memilih konsep yang paling pas sekaligus paling mungkin diwujudkan.
Pada akhirnya, rumusan konsep yang dihasilkan akan menjadi panduan dalam masa-masa persiapan dan pelaksanaan. Panduan ini akan sangat bermanfaat dikala perlu dilakukan improvisasi. Misalnya, venue yang ditetapkan ternyata tidak tersedia pada tanggal pilihan. Maka bisa segera diputuskan untuk pindah venue atau memindahkan tanggal, tinggal dipilih yang mana yang paling dekat dengan konsep awal.

Souvenir untuk dikenang
Siapapun yang menyelenggarakan sebuah event pasti menyimpan harapan eventnya akan selalu dikenang audiensnya. Bahkan jauh setelah lampu-lampu dimatikan dan meja-kursi dibereskan. Nah, sebagai pengingat pada sebuah event, souvenir adalah salah satu cara yang cukup efektif. Tapi tentu bukan souvenir sembarangan.
Untuk dapat berfungsi dengan semestinya ada dua syarat yang harus diemban souvenir. Pertama, ia harus identik dengan eventnya. Kedua, ia harus cukup bermanfaat atau cukup menarik untuk disimpan. Souvenir sendiri dalam dunia marketing lebih sering disebut sebagai promotional product. Dengan makna yang kurang lebih sama, yaitu sebuah produk yang dibagi-bagikan untuk mempromosikan sesuatu, termasuk event.
Souvenir sebagai teaser
Selain cara pemilihannya, keefektifan souvenir sebagai pengingat sebuah event juga bergantung pada caranya dibagi-bagikan. Maksimalkan fungsi souvenir tidak hanya sebagai hand-out di akhir acara, tapi juga jadi teaser sebelum acara dilangsungkan.
Mulailah mengirimkan souvenir sebagai reminder. Kirimkan setidaknya seminggu sebelum acara. Pilih souvenir yang berhubungan erat dengan konsep acara, tapi sekaligus menyimpan misteri. Biarkan mereka yang menerima souvenir menjadi penasaran event seperti apa yang akan berlangsung. Jika mungkin, kirimkan secara bertahap. Misalnya mulai dari sebulan sebelum event, 15 hari sebelum event, seminggu sebelum event dan terakhir sehari sebelum event.
Membagi-bagikan souvenir sebagai reminder sekaligus undangan pada akhirnya akan memberikan ia fungsi baru, motivasi. Buat souvenir tersebut layaknya sebuah serial sehingga menimbulkan rasa penasaran sekaligus motivasi untuk mendapatkan souvenir-souvenir berikutnya. Jangan sampai merusak puncaknya. Biarkan souvenir terbaik diberikan di akhir acara. Atau misalnya berikanlah potongan-potongan puzzle sebagai souvenir sekaligus undangan. Tahan potongan terakhir untuk dibagikan di meja penerimaan tamu saat event berlangsung. Simpan kejutan pada potongan terakhir tersebut. Katakanlah pada potongan itu tertera hadiah atau voucher yang akan diterima audiens di akhir event nanti.
Jika Anda adalah vendor peserta sebuah pameran besar misalnya, souvenir ini juga hampir semacam sebuah keharusan. Jika ia bermanfaat atau menarik, tertera nama perusahaan dan nomor atau alamat web yang bisa dihubungi, itu akan jauh lebih baik. Sehingga fungsi sebagai reminder akan bermanfaat. Suatu saat jika orang tersebut membutuhkan jasa perusahaan Anda, souvenir adalah kunci penghubungnya.

Biarkan Ahlinya yang Bekerja

Menyelenggarakan sebuah acara secara profesional. Sesimple itu lah misi sebuah event organizer. Sesimple itu pulakah tugas yang mereka emban? Hmmm……awak EO rasanya dengan lantangnya akan menjawab “tidak!” he..he.. dan kenyataannya memang begitu.
Bukan tanpa sebab kalau perusahaan yang bergerak di bidang penyelenggara kegiatan banyak bermunculan akhir-akhir ini. Mulai dari launching product hingga acara pernikahan banyak ditangani EO. Padahal, seperti dibahas di artikel sebelumnya, rasa-rasanya semua orang bisa-bisa saja mengumpulkan guest list, mengatur meja dan kursi, memesan catering dan membagi-bagikan souvenir di akhir acara. Tapi EO menawarkan jauh lebih banyak daripada sekedar itu semua.
Pertama, EO yang berpengalaman mampu membungkus sebuah acara dengan sebuah konsep kreatif. Konsep inilah yang akan memberikan perbedaan antara acara Anda dengan sejuta acara-acara sejenis lainnya. Perbedaan tersebut akan membuat acara Anda begitu dikenang di hati audience.
Kedua, EO harus menjabarkan konsepnya tersebut menjadi detail-detail kecil di mana semuanya harus berkesinambungan. Tidak hanya susunan acara dari pidato pembukaan ke pidato penutupan misalnya. Tapi juga keseluruhan detail seperti penerima tamu, siapa saja tamu yang diundang, perlukah ada dresscode, backdrop panggung dan semacamnya. Dengan profesionalisme EO, di mana setiap bagian diisi oleh orang-orang yang berpengalaman di bidangnya, akan tercapai efektifitas waktu yang beriringan dengan kualitas acara yang  memuaskan.
Ketiga, EO yang berpengalaman memiliki banyak rekanan kerja. PIhak EO bisa dengan mudahnya menemukan tenda persis seperti yang diinginkan klien. Memesan catering dengan berbagai makanan yang tidak umum. Atau memperoleh souvenir dengan harga yang sangat bersaing. Khusus untuk acara pers conference, banyak EO yang sudah memiliki list wartawan sehingga klien tidak perlu kebingungan lagi mencari nomor kontak wartawan dan menguhbunginya satu per satu. Begitu pula dengan artis pengisi acara, EO-EO berpengalaman akan mudah mengontak dan bernegosiasi dengan para artis tersebut. Hal yang sangat sulit dilakukan oleh orang-orang yang tidak berkecimpung di bidang ini.
Ketiga hal di atas secara langsung maupun tidak akan memberi pengaruh yang sangat signifikan terhadap maksimalisasi budget. Biaya yang Anda keluarkan untuk menggunakan jasa EO membuat setiap rupiah budget Anda berwujud menjadi acara yang sukses. Belum lagi efektivitas waktu dan tenaga yang harus dikeluarkan. Karena itu, tak heran permintaan akan jasa EO tak pernah surut.

Cukup Kreatifkah EO pilihan Anda?

Seberapa sering Anda mendapatkan gantungan kunci saat menghadiri acara pernikahan? Atau pulpen saat datang ke sebuah konfrensi pers? Atau handuk kecil sebagai hadiah kuis di sebuah booth produk kecantikan? Kalau Anda kerap datang di event-event seperti tersebut di atas, kayaknya angka sekitar 10 akan Anda sebut deh, iya kan?
Souvenir hanyalah elemen kecil dari sebuah event. Tapi kita semua tahu, elemen-elemen kecil tersebutlah yang kemudian menjelma menjadi kesan di dalam hati audience sebuah acara. Bagaimana penyelenggara acara mengolah setiap detail, baik yang kecil maupun yang besar, akan menentukan kesuksesan acara tersebut.
Saat klien menggunakan jasa EO, harapan yang muncul tentu tak semata-mata stress-free, namun juga harapan akan profesionalisme. Mengumpulkan guest list, membuat dan menyebarkan undangan, menyusun jalan acara hingga menyiapkan souvenir rasanya  hampir bisa dilakukan siapa saja. Tapi membuat sebuah konsep besar, mem-breakdown-nya menjadi rentetan sub acara, mengeksekusinya di lapangan, itu cerita lain. Itu mengapa jasa EO begitu dibutuhkan.
Konsep besar adalah awal tantangan bagi tim kreatif sebuah EO. Konsep ini harus dipagari oleh misi event, visi klien dan tentunya budget yang tersedia. Dalam pagar tersebutlah Anda akan melihat EO dengan daya kreatifitas tinggi masih mampu menghadirkan ide-ide segar. Ingat, ide segar tersebut bukanlah sekedar berarti sesuatu yang baru, tapi haruslah sejalan dengan tone event dan applicable.
EO yang kreatif harus mampu membuat sebuah event terlihat berbeda dari event-event serupa lainnya. Seorang wartawan yang sudah menghadiri ratusan launching produk mengaku paling terkesan saat acara peluncuran sebuah ponsel. Di tengah-tengah acara tersebut, saat semua orang sibuk dengan makanan, tiba-tiba muncul penyanyi papan atas yang kehadirannya sebelumnya tidak pernah disebut-sebut oleh panitia. Hingga bertahun-tahun berlalu, event itu masih terkenang di hati wartawan tersebut. Begitu pula ingatan sang wartawan akan ponsel yang diluncurkan, dan betapa ponsel tersebut memiliki fasilitas speaker bersuara jernih, persis suara sang penyanyi kenamaan.
Apakah tema pesta kostum yang harus dipilih, atau membagi-bagikan sample gratis, atau game di tengah-tengah acara, orang-orang kreatif akan mampu menempatkan detail yang tepat untuk acara yang tepat. Mintalah EO Anda untuk mem-breakdown semua konsepnya menjadi rencana real. Mulai dari venue yang dipilih, dresscode, menu makanan, serta rincian sub acara, semua harus berkesinambungan dengan konsep besar yang telah disepakati. Bagaimana EO mengolah budget semaksimal mungkin juga jadi indikator penting yang memperlihatkan kreatifitas mereka.
Karena itu, sebelum memilih EO, pelajarilah portfolio mereka. Perhatikan bagaimana mereka membungkus acara dengan sebuah konsep. Cari tahu mengenai orang-orang kreatif di baliknya. Terakhir, mintalah mereka membuat proposal mengenai konsep acara Anda.

Jangan Salah Memilih EO
Menggunakan jasa Event Organizer tidak semata-mata dengan alasan ingin bebas-repot. Idealnya, biaya yang dikeluarkan untuk menyewa jasa EO berbalas setimpal, atau bahkan lebih, dengan sebuah event yang memuaskan. Itu karena, idealnya lagi, profesionalisme EO mampu meramu sebuah event menjadi perhelatan yang berkesan. Sayangnya tidak semua EO seprofesional yang mereka gembar-gemborkan. Maka sebelum memilih, yuk diteliti dulu.
Referensi
Googling, bertanya pada teman, atau meminta sendiri dari EO, yang pasti Anda harus tahu event apa saja yang pernah mereka garap dan bagaimana hasilnya. EO yang profesional dan berpengalaman biasanya memiliki website atau blog yang berisi lengkap tentang profil dan dokumentasi event yang pernah ditangani.
Kemampuan mengolah konsep
Setelah tahap di atas, akan terlihat sejauh mana kehandalan EO incaran Anda tersebut mengolah konsep. Apakah semua event diperlakukan sama saja? Apakah selalu ada ide segar di setiap eventnya? Apakah klien terlihat puas? Jika ya berarti EO tersebut juga mampu mengeksekusi konsepnya dengan baik.
Crew yang komunikatif
Pada dasarnya setiap jalinan kerjasama dengan siapa pun melibatkan komunikasi antar manusia. Nah, kebayang kan kalau orang-orang EO yang menghandle acara Anda tidak memiliki skill komunikasi yang baik, tidak fleksibel atau sulit dihubungi. Cobalah mengenal para crew EO incaran Anda dengan meminta waktu bertemu, atau sekedar bertanya-tanya melalui telepon. Dari situ bisa disimak, apakah layanan dan gaya komunikasi mereka cukup profesional.
Komunikasi yang baik ini bukan hanya terhadap Anda sebagai klien, tetapi juga nantinya kepada peserta / pengunjung yang menjadi target audience Anda, apakah crew ini ramah, sigap sehingga memberi kepuasan pengunjung yang menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan event Anda.
Fleksibel dengan budget
Hal ini berkaitan erat dengan kreativitas sebuah EO dalam meramu konsep. EO yang baik akan mampu memaksimalkan budget kliennya untuk menghasilkan event yang berkesan. Maka selama budget Anda reasonable, jangan ragu untuk mengajukannya pada pihak EO, dan minta mereka mengajukan proposal berdasarkan budget tersebut.
Sesuai dengan kebutuhan
Terakhir, sebesar apapun reputasi sebuah EO, kalau tidak sesuai dengan kebutuhan Anda hasilnya tentu tidak akan maksimal. EO yang hanya berpengalaman mengadakan seminar rasanya tidak akan tepat untuk Anda hire di acara pernikahan. Pastikan EO yang Anda pilih mengerti tone acara yang akan Anda gelar.

Farther Than the Eye Can See

Dari sebuah artikel yang inspiratif mengatakan, bahwa jika kita ingin menjadi juara maka bukalah wawasan sejauh mungkin. Walaupun itu terasa tidak masuk akal. Hal itu hanyalah keterbatasan dari pikiran dan pengalaman kita. Para juara berkeyakinan kuat walaupun mereka belum melihat hasil nyatanya. . Batasan adalah buatan manusia dan sifatnya sementara. Jadi, jangan biarkan orang lain mengerdilkan cita-cita Anda…