Setelah kesulitan itu pasti ada kemudahan, itulah pesan yang Allah sampaikan kepada makhluknya agar tidak terus khawatir dengan kesulitan yang ada. Setiap manusia di dunia ini telah Allah berikannya masing-masing kadarnya. Bahagia, sedih, rejeki, celaka, jodoh dan mati. Allah juga tidak akan pernah salah terhadap kadar tersebut, karena setiap yang Allah berikan pasti akan sesuai dengan kadar kemampuan masing-masing manusia. Tidak akan pernah Allah memberikan cobaan di luar batas kemampuan hambaNya. Kesulitan-kesulitan yang mendera anggap saja sebagai batu loncatan untuk naik ke level berikutnya. Karena semakin sulit ujian yang kita hadapi akan semakin cepat kita naik level ke berikutnya. Tahukah Anda, jika tak ada kesulitan yang kita hadapi maka hidup ini pun akan terasa hampa dibuatnya. Seni agar hidup lebih produktif adalah ketika berhasil menaklukan kesulitan-kesulitan itu. Jangan pernah merasa aman karena telah menaklulkan sebuah kesulitan. Yakinlah, bahwa setelah itu akan ada kesulitan baru yang lebih menantang. Rentang waktunya juga tidak terlalu panjang. Artinya, jeda waktu yang Allah berikan sangat singkat untuk melakukan penaklukan antara satu kesulitan dengan kesulitan yang lain. Sekarang yang jadi pertanyaan adalah bagaimana kita menaklukan sebuah kesulitan. Ada 9 cara yang bisa dilakukan, yaitu :

1. HADAPI

2. HADAPI

3. HADAPI

4. HADAPI

5. HADAPI

6. HADAPI

7. HADAPI

8. HADAPI

9. BERDO’A

Kesulitan itu tinggal di hadapi saja, kalaupun tidak bisa berdo’a saja pada Allah agar diberikan jalan penyelesaian. Karena sesuai dengan pepatah, “Dimana ada kemauan pasti ada jalan, jika tidak ada jalan maka bertanya dulu semoga ada jalan, jika masih tidak ada jalan maka buatlah jala  baru, jika masih tidak ada jalan lagi maka lakukan cara yang terakhir yaitu tumbuhkan kemauan, karena dimana ada kemauan disitu pasti ada jalan.” Satu hal lagi yang perlu kita ketahui tentang kesulitan itu sendiri, terkadang pikiran kita lah yang mendesign bayang-bayang kesulitan itu. Padahal, faktanya masalah yang dihadapi tidak sesulit yang dibayangkan. Ketakutan yang kita ciptakan sendiri yang membuat masalah itu semakin sulit. Jadi langkah pertama yang harus diselesaikan adalah kemapuan kita dalam mengelola pikiran dan hati. Ciptakan selalu pikiran-pikiran yang positif, hati yang besih yang selalu mengingat Allah. Terakhir, bahwa kesulitan yang kita hadapi adalah bukti kasih sayang Allah terhadap diri kita. Berbahagialah mereka yang bisa dekat dengan Allah melalui masalah yang dihadapinya.